TITIKTEMU.CO - Lebih dari dua bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang Aceh Tengah pada akhir November 2025, dampak bencana masih dirasakan masyarakat. Bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera itu menyisakan sejumlah wilayah yang hingga kini masih membutuhkan bantuan serius.
Salah satu daerah terdampak parah berada di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Setidaknya empat desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus serta jaringan listrik yang belum sepenuhnya pulih.
Warga di wilayah tersebut terpaksa mengandalkan genset sebagai sumber penerangan, itupun dengan waktu penggunaan yang terbatas.
Baca Juga: BPS Buka Kesempatan Bergabung Jadi Petugas Sensus Ekonomi 2026: Ini Cara Daftar & Ketentuannya
Warga dan Petugas PLN Pikul Tiang Listrik Seberangi Sungai Kala Ili
Karena belum tersedianya akses jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat, proses distribusi material perbaikan listrik harus dilakukan secara manual. Sejak Sabtu, 7 Februari 2026, warga bersama petugas PLN bergotong royong memikul ratusan tiang listrik dengan menyeberangi Sungai Kala Ili.
Tiang-tiang tersebut digunakan untuk memulihkan jaringan listrik di desa-desa yang hingga kini belum kembali terang.
“Ada empat desa pascabencana sampai sekarang belum dialiri listrik. Untuk sementara, warga masih menggunakan genset sebagai penerangan,” tulis akun Instagram @serta_lia_gali dalam unggahannya, dikutip Rabu, 11 Februari 2026.
Selain tiang listrik, proses penyeberangan alat berat juga dilakukan dengan bantuan eskavator untuk mendukung mobil crane PLN melintasi sungai.
Baca Juga: Viral Detik-Detik Banjir Bandang Aceh Tamiang, Warga Bertahan 6 Hari di SPBU Tanpa Makanan
Desa Reje Payung Masih Tanpa Listrik dan Akses Jalan
Desa Reje Payung, yang berada di bagian timur dan termasuk wilayah paling ujung di Aceh Tengah, menjadi salah satu desa yang hingga kini belum menikmati aliran listrik pascabencana.
Proses gotong royong warga bersama petugas terus berlangsung hingga Selasa, 10 Februari 2026.
“Desa paling ujung Aceh Tengah sampai sekarang belum mendapatkan arus listrik, ditambah belum adanya akses roda empat,” tulis akun tersebut.