TITIKTEMU.CO - Ramadhan adalah momentum penyucian jiwa yang menuntut kesiapan lahir dan batin agar ibadah tidak hanya sah, tetapi juga bernilai tinggi di sisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim), yang menegaskan bahwa kualitas niat menjadi kunci utama.
Karena itu, menyambut Ramadhan tidak cukup dengan persiapan fisik, tetapi juga pembenahan hati, niat, dan arah hidup.
Baca Juga: Smart Mobility, Ketika Teknologi menjadi Solusi Kemacetan Kota
Puasa Sunnah: Latihan Sebelum Ibadah Besar
Puasa sunnah di bulan Sya’ban adalah latihan ruhani agar tubuh dan jiwa siap menghadapi puasa Ramadhan dengan kesadaran penuh.
Usamah bin Zaid meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Itu adalah bulan yang dilupakan manusia antara Rajab dan Ramadhan, bulan diangkatnya amalan, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad).
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa sunnah bukan sekadar tambahan, tetapi persiapan strategis sebelum ibadah utama.
Baca Juga: Promo Bioskop Februari 2026 di XXI, CGV, dan Cinepolis: Tiket Murah hingga Buy 1 Get 1!
Taubat: Membersihkan Hati Sebelum Ampunan Dibuka
Memperbanyak istighfar dan taubat sebelum Ramadhan adalah bentuk kesadaran bahwa hati yang kotor sulit menangkap cahaya hidayah.
Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari” (HR. Muslim), yang menegaskan bahwa taubat adalah kebutuhan harian.
Masuk Ramadhan dengan taubat berarti membuka pintu ampunan sejak langkah pertama.