Walau begitu, DPRD Jabar juga memberi sinyal bahwa BPMU kemungkinan akan didorong kembali aktif pada tahun anggaran berikutnya karena banyak sekolah swasta dinilai belum stabil dari sisi keuangan.
Baca Juga: Purbaya Putar Haluan di Pajak: 70 Pejabat Digeser ke Tempat Sepi, Sinyal Reformasi Nggak Main-main
Artinya, pemerintah dan DPRD sedang mencari titik temu antara dua kebutuhan penting: memastikan siswa miskin tidak putus sekolah, sekaligus menjaga sekolah swasta tetap bertahan agar layanan pendidikan tidak terganggu.
Perubahan model bantuan ini bisa menjadi langkah yang lebih “humanis” karena fokusnya bukan sekadar menyuntik dana ke sistem, tetapi memastikan anak-anak yang rentan benar-benar mendapat perlindungan.
Jika program ini berjalan konsisten, beasiswa langsung ke siswa berpotensi memotong risiko bantuan tidak tepat sasaran sekaligus mempercepat pertolongan bagi keluarga yang selama ini harus memilih antara biaya sekolah atau kebutuhan harian.
Mulai 2026, wajah bantuan pendidikan di Jawa Barat pun berubah menjadi lebih personal, lebih terasa, dan lebih dekat dengan realitas hidup siswa yang hanya ingin satu hal sederhana: tetap bisa sekolah dan punya masa depan.