TITIKTEMU.CO - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menunjukkan bahwa reformasi internal bukan sekadar slogan.
Setelah lebih dulu merombak jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), kini giliran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang akan kena “sentuhan besar”.
Purbaya menyampaikan bahwa perombakan di Ditjen Pajak akan lebih masif dibanding Bea Cukai. Jika sebelumnya DJBC mengalami rotasi sekitar 30 pejabat, maka DJP akan diputar lebih besar, yaitu sekitar 70 pejabat.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat berada di Kantor BPI Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Dewan Perdamaian Versi Trump: Banyak Negara Pilih Mundur Pelan-Pelan daripada Ikut Ribut Global
Setelah Bea Cukai, Kini Pajak Jadi Target Rotasi Besar
Purbaya menegaskan bahwa langkah rotasi ini merupakan bagian dari upaya pembenahan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Ia menilai, reformasi harus berjalan nyata—bukan cuma rapi di atas kertas. Karena itu, setelah perombakan di Bea Cukai dilakukan, proses serupa akan dilanjutkan di Ditjen Pajak.
Pejabat yang “Main-main” Bakal Dipindah ke Daerah Sepi
Yang paling menarik perhatian publik adalah alasan di balik mutasi besar ini.
Purbaya menyebut, pejabat yang ketahuan “bermain” dalam pungutan negara, atau yang membiarkan penerimaan pajak bocor, akan dipindahkan ke wilayah yang lebih sepi.
Tujuannya jelas: memberi efek jera sekaligus menutup celah yang selama ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang merugikan negara.
Dengan kata lain, rotasi ini bukan sekadar pindah jabatan biasa, tapi juga sinyal tegas bahwa pengawasan bakal diperketat.
Mutasi Ini Jadi Bagian dari Perbaikan Serius di Internal Kemenkeu