TITIKTEMU.CO - Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah Sumatera pada akhir November 2025 lalu sempat mengguncang ruang digital.
Media sosial dipenuhi kabar duka, potongan video, hingga gelombang solidaritas dari berbagai arah.
Di masa itu, banyak figur publik—mulai dari pejabat, selebritas, sampai influencer—turun langsung ke lapangan.
Bantuan mengalir ke titik-titik terdampak di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun seperti bencana lainnya, sorotan perlahan meredup.
Baca Juga: Cara Belajar Cepat dan Efektif Tanpa Begadang, Ini Tekniknya!
Sumatera Tak Sedang Baik-Baik Saja
Di tengah senyapnya perhatian publik, pendakwah Salim A Fillah memilih tetap bertahan.
Lewat unggahan terbarunya di Instagram @salimafillah_official pada Jumat, 30 Januari 2026, ia menyampaikan pesan sederhana namun menggetarkan: Sumatera belum pulih.
“Semoga kita tidak lupa, Sumatera masih tidak baik-baik saja,” tulisnya, seolah mengajak publik menoleh kembali ke luka yang belum benar-benar sembuh.
Fokusnya bukan sekadar bangunan yang runtuh, tetapi masa depan yang terancam—anak-anak.
Baca Juga: Bukan Cuma Viral, Ini Monster Netflix: K-Pop Demon Hunters Meledak Lagi Usai Nominasi Oscar 2026
Sekolah Tak Harus Baru, yang Penting Bisa Hidup Lagi
Alih-alih membangun sekolah darurat baru di wilayah rawan bencana, Salim bersama tim relawan di Aceh mengambil langkah berbeda.
Mereka sepakat untuk menghidupkan kembali sekolah-sekolah yang sudah ada.
Caranya tidak muluk.