nasional

61 Hari Setelah Banjir, Air Bersih Masih Jadi Barang Mewah Warga Aceh Tengah

Jumat, 30 Januari 2026 | 17:55 WIB
Warga Kampung Jamat, Aceh Tengah mengalami krisis air bersih dua bulan pascabanjir. (Instagram/serta_lia_gali)

TITIKTEMU.CO  -Krisis air bersih kini menjadi kenyataan pahit yang dirasakan warga di beberapa wilayah Aceh Tengah.

Bagi sebagian masyarakat, air bersih bukan lagi hal yang mudah didapat, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan setiap hari.

Salah satu titik yang terdampak adalah Kampung Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, tempat warga masih menghadapi kesulitan besar untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, memasak, hingga minum.

Dua Bulan Pascabanjir, Warga Masih Kesulitan Akses Air

Baca Juga: Peluang Bisnis di Desa yang Jarang Dilirik, Padahal Punya Potensi Untung Besar

Sudah dua bulan lebih sejak banjir melanda, namun kondisi belum sepenuhnya pulih.

Alih-alih kembali normal, warga Kampung Jamat masih harus berjibaku mencari cara agar air bersih bisa mengalir ke rumah mereka.

Situasi ini membuat masyarakat memilih bergerak mandiri.

Mereka tidak tinggal diam, melainkan menyusun langkah bersama demi satu tujuan sederhana: air bisa sampai ke rumah, meski hanya menetes.

Gotong Royong Jadi Andalan, Warga Sambung Pipa Darurat

Semangat gotong royong warga terungkap melalui unggahan video dari akun Instagram @serta_lia_gali.

Baca Juga: Mental Health Weekend Reset: Ide Aktivitas yang Ampuh Mengurangi Stres

Dalam unggahan tersebut, terlihat warga bekerja bersama memasang sambungan pipa air agar kebutuhan air bersih bisa terpenuhi.

“Kami disibukkan dengan gotong royong seperti hari ini, hari ke-61 pascabencana, kami masih berjuang mencari sumber air untuk dapat menetes ke rumah kami,” tulis keterangan unggahan yang dikutip pada Jumat, 30 Januari 2026.

Halaman:

Tags

Terkini