TITIKTEMU.CO - Ancaman banjir di wilayah Bekasi masih menjadi perhatian serius seiring kenaikan tinggi muka air (TMA) di sejumlah sungai yang terus terpantau meningkat.
Pada Rabu malam, 28 Januari 2026, sirine peringatan banjir sempat berbunyi dan viral di media sosial. Suara sirine tersebut memicu kepanikan warga hingga banyak yang berhamburan ke jalan raya, khawatir terjadi banjir akibat luapan sungai.
Suara Sirine Kini Berisi Imbauan, Bukan Alarm
Menindaklanjuti kepanikan warga, sistem sirine peringatan banjir kini mengalami perubahan. Sirine yang sebelumnya menyerupai alarm darurat, diganti dengan suara pemberitahuan berisi imbauan kewaspadaan.
Baca Juga: UPDATE Terbaru 2026: Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp3 Juta per Gram
Dalam unggahan akun Instagram @infobekasi_official, Jumat dini hari, 30 Januari 2026, disebutkan bahwa sirine kembali berbunyi sebagai peringatan dini banjir.
“Sirine peringatan dini banjir kembali berbunyi,” tulis akun tersebut.
Sirine di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara, terdengar berulang kali sekitar pukul 02.30 WIB, dengan pesan suara yang mengingatkan warga untuk tetap waspada.
“Peringatan, terjadi kenaikan tinggi muka air. Warga diharapkan waspada,” bunyi imbauan dalam sirine tersebut.
Perubahan ini diduga dilakukan agar masyarakat tidak lagi panik dan dapat menyikapi peringatan secara lebih tenang.
BPBD Kota Bekasi Catat TMA Capai 505 Cm
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi melaporkan adanya peningkatan TMA di Pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas (P2C).
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp3,1 Juta per Gram, Naik Tajam Rp165 Ribu dalam Sehari
Ketinggian air tercatat mencapai 505 sentimeter sejak pukul 01.30 WIB hingga 03.00 WIB pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan status Top Level.