Sebagai bentuk perhatian, Kodim 0501/Jakarta Pusat juga menyatakan dukungan berupa beberapa barang yang bisa membantu Suderajat dan keluarganya, antara lain:
- 1 unit kulkas Polytron untuk menyimpan sisa bahan dagangan
- 1 unit dispenser Miyako untuk memudahkan proses pembuatan bahan jualan
- 1 unit kasur spring bed agar Suderajat bisa beristirahat lebih nyaman
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan dampak yang dialami pedagang setelah dagangannya rusak dan tidak bisa dijual kembali.
Kronologi Singkat: Berangkat Pagi, Pulang dengan Dagangan Hancur
Suderajat menceritakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026).
Ia berangkat bekerja sejak pukul 04.00 WIB, mengambil dagangan dari pabrik rumahan di kawasan Depok Lama, lalu menuju Kemayoran, Jakarta Pusat, dan berjualan di sekitar sekolah.
Sekitar pukul 10.00 WIB, beberapa orang mendatanginya dengan alasan ingin membeli es gabus. Namun situasi berubah: es yang dijualnya disebut dihancurkan, dituding beracun, bahkan disebut mirip kapas bedah.
Suderajat mengaku es tersebut sempat dilempar hingga melukai pipinya dan ia mengalami nyeri di bahu. Ia juga menyebut dagangannya ditendang dan rusak total.
Akhirnya, ia pulang ke rumah pada Minggu (25/1/2026) dini hari menggunakan KRL menuju Bogor, dengan kondisi dagangan sudah lembek, hancur, dan tak layak jual.
Kasus ini jadi pengingat bahwa satu tuduhan di lapangan bisa berdampak panjang bagi warga kecil yang sedang mencari nafkah.
Meski hasil laboratorium menyatakan es gabus aman dan aparat sudah meminta maaf, pengalaman Suderajat menunjukkan pentingnya komunikasi yang lebih hati-hati dan tindakan yang lebih manusiawi saat menghadapi masyarakat.***