“Kalau negosiasi dengan perusahaan besar seperti Exxon soal saham, itu sering terjadi di lapangan golf. Jauh lebih murah dibandingkan harus ke nightclub,” ungkapnya.
Ia menilai golf sebagai sarana negosiasi yang sehat karena dilakukan sambil berjalan, berolahraga, dan berjemur di bawah sinar matahari.
“Golf itu tempat negosiasi paling sehat dan murah. Jalan kaki, kena matahari, biayanya juga relatif kecil. Makanya saya akhirnya belajar golf,” lanjut Ahok.
Baca Juga: Viral Warga Kudus Mendayung Perahu Saat Banjir, Netizen Teringat Film Heart
Cerita Interaksi dan Nasihat di Lapangan Golf
Ahok juga menyinggung adanya interaksi santai saat bermain golf, termasuk bentuk apresiasi antarpemain. Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah praktik perjudian.
“Kadang ada isi-isiannya, bentuk apresiasi saja, bukan judi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahok turut mengenang nasihat yang pernah disampaikan oleh terdakwa Riva Siahaan saat mereka bermain golf bersama.
“Saya masih ingat pesan Pak Riva. Katanya, ‘Istri saya cuma pesan satu, kalau main golf jangan lihat papa caddy, nanti bahaya,’” ujar Ahok.
Baca Juga: Kisah Pilu Korban Banjir Bandang Pidie Jaya: Bertahan 3 Hari Tanpa Makan dan Minum di Atap Rumah
Sebagai informasi, caddy golf merupakan pendamping pemain yang bertugas membawa perlengkapan, memberi saran strategi, serta membantu membaca kondisi lapangan.
Pokok Perkara Kasus Korupsi
Hingga kini, kasus korupsi tata kelola minyak mentah tersebut diduga berfokus pada dua isu utama, yakni impor produk kilang atau bahan bakar minyak (BBM) serta penjualan solar nonsubsidi.
Persidangan masih terus bergulir untuk mengungkap keterlibatan para terdakwa dalam perkara yang menyeret sejumlah petinggi di sektor energi nasional tersebut.***