Status Darurat Ditetapkan
Melihat skala bencana yang luas dan jumlah korban yang besar, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status darurat bencana.
Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penanganan, termasuk distribusi bantuan.
Namun, akses menuju lokasi terdampak menjadi tantangan tersendiri.
Jalur yang sulit membuat petugas harus menurunkan tim khusus untuk memastikan bantuan dapat menjangkau para korban.
Saat ini, warga yang selamat diungsikan ke posko darurat, sementara sebagian lainnya menumpang di rumah kerabat terdekat.
Baca Juga: Dari Kampus Ganesha ke Panggung Nasional: Mahasiswa ITB Taklukkan Tantangan Seismik Energi
Ancaman Longsor Susulan Masih Mengintai
Jeje mengungkapkan bahwa penyebab pasti longsor masih dalam tahap kajian.
Ia juga menyoroti kondisi di bagian atas lokasi longsor yang dinilai masih berisiko.
Ia pun mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, terutama di lereng bukit dan tanah miring, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang masih tinggi.
Kesaksian Korban: Dentuman di Tengah Malam
Salah satu korban selamat menceritakan detik-detik sebelum bencana terjadi.
Ia mengaku mendengar suara dentuman keras dari arah hulu pada Jumat malam, 23 Januari 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
“Terdengar suara ‘bum’ sekitar jam sebelas malam, lalu longsornya terjadi sekitar jam dua dini hari,” tuturnya, dikutip dari akun Instagram @asarhumanity.