TITIKTEMU.CO - Keheningan dini hari di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mendadak berubah menjadi mimpi buruk.
Pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB, longsor besar menerjang kawasan permukiman warga.
Material tanah dari tebing di sekitar kampung meluncur tanpa ampun dan menimbun sedikitnya 20 rumah.
Warga yang tengah terlelap tak sempat menyadari bahaya yang datang dalam hitungan menit.
Baca Juga: Purbaya Nyalakan Alarm Keras: Pegawai Pajak dan Bea Cukai Siap Dikocok Ulang Besar-Besaran
Hujan Dua Hari, Angin Kencang, dan Tanah yang Tak Lagi Kuat
Berdasarkan informasi di lapangan, bencana ini dipicu hujan deras yang terus mengguyur wilayah Cisarua selama dua hari berturut-turut.
Kondisi tersebut diperparah oleh angin kencang yang melemahkan struktur tanah di lereng perbukitan.
Akibatnya, tanah yang tak lagi mampu menahan beban akhirnya runtuh dan menyeret apa pun yang ada di bawahnya.
Baca Juga: Bukan CPNS, Tapi Kerja di Kementerian: Dewan SDA Nasional Buka 4 Posisi hingga 26 Januari
Puluhan Orang Masih Hilang
Hingga saat ini, data sementara mencatat 82 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, 23 warga berhasil selamat, dan 8 orang ditemukan meninggal dunia.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyebut total ada 34 keluarga atau sekitar 113 jiwa yang terdampak langsung oleh longsor ini.
“Sampai sekarang sekitar 82 orang masih berstatus hilang,” ujar Jeje saat meninjau lokasi kejadian, Sabtu (24/1/2026).