Selain itu, SBY menyinggung adanya peningkatan besar-besaran dalam pembangunan kekuatan militer, termasuk penguatan ekonomi perang dan kesiapan mesin tempur, yang memperparah ketegangan geopolitik dunia.
Berharap Prediksi Tak Menjadi Kenyataan
Meski mengungkapkan kekhawatiran mendalam, SBY berharap analisis dan prediksinya tidak terbukti. Ia mengingatkan bahwa sejarah kerap menunjukkan tanda-tanda perang besar sudah terlihat jauh hari, namun sering kali tidak diiringi dengan langkah pencegahan yang memadai.
“Saya berharap analisis ini keliru. Jika perang dunia, perang total, atau perang nuklir benar-benar terjadi, kehancuran umat manusia hampir tak terelakkan,” tegasnya.
SBY menutup pernyataannya dengan peringatan keras mengenai dampak fatal jika Perang Dunia III benar-benar pecah. Berdasarkan berbagai kajian, korban jiwa bisa mencapai miliaran orang dan peradaban manusia terancam musnah.
“Korban bisa lebih dari lima miliar jiwa. Tak ada peradaban yang tersisa, dan harapan umat manusia pun bisa lenyap,” pungkas SBY.***