Tenang untuk Lansia, Aplikasi Nusuk Bukan Kewajiban
Menjawab kekhawatiran jemaah, khususnya lansia yang kurang akrab dengan teknologi digital, KJRI menegaskan bahwa penggunaan aplikasi Nusuk di ponsel tidak bersifat wajib bagi jemaah haji reguler.
Baca Juga: Jennie Masuk Usia 30: Perayaan Sunyi di Tengah Tur Dunia dan Hujan Prestasi
Aplikasi tersebut hanya difungsikan sebagai cadangan, misalnya jika kartu fisik hilang atau jemaah terpisah dari rombongan.
Dalam praktiknya, kartu Nusuk tetap menjadi alat utama yang diakui petugas setempat, apalagi jemaah Indonesia mudah dikenali dengan atribut khas seperti seragam batik.
Fokus Ibadah, Bukan Ribet Administrasi
Dengan pola distribusi dan aktivasi yang dilakukan sejak di dalam negeri, KJRI berharap jemaah bisa menjalani ibadah haji dengan persiapan yang lebih matang, tenang, dan nyaman.
Beban teknis yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran diharapkan berkurang, sehingga jemaah dapat lebih fokus pada makna spiritual ibadah haji itu sendiri.***