nasional

Perjuangan Relawan Salurkan Sembako di Aceh Usai Banjir Bandang, Akses Terhalang Kayu Gelondongan

Senin, 5 Januari 2026 | 10:58 WIB
Puing kayu gelondongan yang turut terbawa arus banjir akhir November 2025. (Instagram/ummievinasution)

 

TITIKTEMU.CO - Lebih dari satu bulan pascabencana banjir bandang di Sumatera, proses penanganan darurat masih terus berjalan. Pemerintah bersama relawan hingga kini tetap menyalurkan bantuan logistik guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Meski demikian, pemerataan distribusi bantuan masih menjadi tantangan besar. Banyak wilayah sulit dijangkau akibat rusaknya akses jalan, genangan air, serta tumpukan material sisa banjir yang belum sepenuhnya dibersihkan.

Detik-Detik Relawan Bagikan Sembako di Tengah Puing Banjir

Kondisi tersebut tergambar dalam unggahan akun Instagram @ummievinasution yang memperlihatkan perjuangan relawan saat menyalurkan bantuan sembako kepada warga di Aceh. Video yang diunggah pada Sabtu, 3 Januari 2026, menunjukkan kawasan permukiman yang dipenuhi lumpur dan kayu gelondongan berbagai ukuran.

Baca Juga: Profil Biodata Nicolas Maduro, Presiden Venezuela: Dari Sopir Bus hingga Tokoh Sentral Politik Amerika Latin

Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu memang membawa material berat dari hulu sungai, menyebabkan banyak rumah warga dan jalanan tertutup batang pohon serta puing-puing lainnya.

Dalam video terlihat jalan aspal dan halaman rumah terendam air, sementara tumpukan kayu menghalangi akses menuju permukiman. Kerusakan juga tampak pada jalan yang posisinya lebih tinggi dari rumah warga, akibat terjangan arus banjir.

“Dari mana ya kami bisa masuk untuk membagikan sembako? Ibu naik lewat mana jalannya? Sampai akar pohonnya ikut terangkat,” ujar suara perekam video dengan nada prihatin.

Untuk menjangkau warga, salah seorang relawan akhirnya turun dan meniti kayu-kayu yang melintang di atas genangan air demi menyerahkan bantuan secara langsung.

Kondisi Terkini Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Aceh

Berdasarkan data terbaru dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, bencana banjir bandang dan tanah longsor telah melanda 18 kabupaten/kota dengan total 202 kecamatan sejak akhir November 2025.

Baca Juga: Venezuela Minta Sidang Darurat DK PBB Usai Serangan Militer AS dan Penangkapan Presiden Maduro

Hingga 3 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 542 orang, sementara 31 warga masih dinyatakan hilang.

Total warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta jiwa. Saat ini, sebanyak 231.302 orang masih mengungsi di 1.008 lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah Aceh.

Halaman:

Tags

Terkini