TITIKTEMU.CO - Nama Sherly Annavita, influencer dan penggiat sosial asal Aceh, tengah menjadi sorotan warganet setelah mengungkap aksi teror yang terjadi di kediamannya. Peristiwa tersebut ramai dibicarakan di media sosial usai Sherly membagikan rekaman CCTV melalui akun Instagram pribadinya, @sherlyannavita, pada Jumat, 2 Januari 2026.
Dalam unggahan tersebut, Sherly memperlihatkan detik-detik teror yang terekam CCTV milik tetangga di seberang rumahnya. Rekaman menunjukkan kejadian berlangsung pada 30 Desember 2025 sekitar pukul 01.45 hingga 01.46 WIB.
Tampak dalam video, pelaku datang menggunakan sepeda motor dan berhenti di depan rumah Sherly. Orang tak dikenal itu kemudian mencoret bagian depan mobil yang terparkir di luar rumah. Tak berhenti di situ, pelaku juga melempar bungkusan ke halaman, yang belakangan diketahui berisi telur busuk.
Baca Juga: Ijazah SMA Wapres Gibran Dipersoalkan Roy Suryo Cs, Rilis Buku Gibran’s Black Paper Bertahap
Selain itu, ditemukan pula secara tertulis ancaman serta salinan identitas adik Sherly, yang membuat aksi tersebut semakin mengkhawatirkan. Pelaku kemudian kembali mencoret bagian belakang kiri mobil sebelum meninggalkan lokasi.
Dalam keterangan unggahannya, Sherly menjelaskan bahwa rumah tersebut bukan merupakan rumah pribadinya. Ia juga meluruskan alasan kendaraan kerap diparkir di depan rumah.
“Ada sedikit kekeliruan pada ukuran garasi, sehingga mobil tidak bisa masuk sepenuhnya. Karena itu sesekali mobil diparkir di depan rumah, sebagaimana warga lain, apalagi jalan kompleks cukup lebar,” tulisnya.
Pelaku Diduga Gunakan Dua Sepeda Motor
Sherly juga mengungkap dugaan bahwa aksi teror dilakukan oleh lebih dari satu orang. Menurutnya, pelaku menggunakan dua sepeda motor saat menjalankan aksinya.
“Satu motor sepertinya bertugas memastikan target, lalu motor kedua yang ditumpangi dua orang melakukan eksekusi,” jelas Sherly.
Ia pun membeberkan alasan mengapa memilih untuk membagikan kejadian ini ke publik. Sherly menyebut teror tersebut sudah menyentuh ranah keluarga, terutama setelah identitas adiknya ikut disertakan dalam ancaman.
“Karena ancaman sudah melibatkan keluarga, dan sebelumnya juga banyak DM teror dengan pola serupa,” ungkapnya.
Ia berharap dengan mempublikasikan kejadian ini, masyarakat dapat mengetahui urutan peristiwa jika hal-hal mencurigakan kembali terjadi di kemudian hari.