TITIKTEMU.CO - Di saat ribuan warga Aceh hingga Sumatera Barat sedang berjuang bangkit dari puing-puing banjir dan longsor, sebuah kabar menyesakkan dada datang dari garda depan pemulihan.
Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, mengungkapkan temuan yang sulit dinalar akal sehat: adanya upaya sabotase sengaja pada jembatan bailey yang baru saja dibangun TNI.
Laporan menunjukkan bahwa baut-baut penyambung struktur jembatan sengaja dilepas oleh oknum tidak bertanggung jawab, sebuah tindakan yang bukan hanya merusak fasilitas, tapi secara langsung mengancam nyawa masyarakat.
Pengkhianatan Terhadap Kerja Keras: Baut yang Berpindah dan Hati yang Terluka
Jenderal Maruli mengaku sangat terpukul hingga tidak bisa memejamkan mata memikirkan tindakan yang ia sebut sebagai perilaku biadab tersebut.
Bagaimana tidak, personel TNI telah bekerja tanpa henti dalam tiga giliran waktu—pagi, siang, hingga malam—untuk memastikan jembatan tersebut berdiri demi menyambung akses warga yang terputus.
Temuan di lapangan menunjukkan baut-baut yang seharusnya mengunci kekuatan jembatan justru terlihat dilepas dan dipindahkan ke samping struktur utama secara sengaja.
Tindakan ini diyakini bukan sekadar vandalisme biasa, melainkan upaya kotor untuk mencoreng citra pemerintah dalam penanganan bencana dengan mengorbankan keselamatan warga sipil.
Taruhan Nyawa Masyarakat di Atas Kepentingan Kelompok
Sangat ironis melihat ada pihak yang tega memancing di air keruh saat masyarakat sedang berada dalam titik terendah akibat bencana alam.
Sabotase pada jembatan darurat berarti memutus jalur logistik, menghambat evakuasi medis, dan meningkatkan risiko kecelakaan fatal bagi siapa pun yang melintas di atasnya.
Jenderal Maruli menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk pengorbanan rakyat demi ambisi kelompok tertentu yang ingin membangun narasi negatif terhadap upaya pemulihan.