nasional

Menyambung Nadi yang Terputus: Langkah Berani Presiden Prabowo Datangkan 100 Jembatan Darurat demi Sumatera

Senin, 29 Desember 2025 | 19:45 WIB
Prabowo pesan 100 jembatan bailey untuk Sumatera. (Politeknik PU)

TITIKTEMU.CO - Luka akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh hingga Sumatera Barat kini mulai mendapatkan penanganan serius langsung dari pucuk pimpinan negara.

​Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk segera mendatangkan seratus unit jembatan bailey dari luar negeri sebagai solusi cepat bagi akses yang lumpuh.

​Keputusan ini diambil agar mobilitas warga dan distribusi logistik tidak terhambat lebih lama lagi oleh rusaknya infrastruktur vital di wilayah terdampak bencana.

Baca Juga: Gerbang Kampus Impian Segera Terbuka: Panduan Lengkap Taklukkan SNBP 2026 Mulai Akhir Tahun Ini

​Mobilisasi Kilat: Target Februari Dua Ribu Dua Puluh Enam Semua Jalur Tersambung

​Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa proses pengadaan jembatan ini akan dirapatkan secara intensif pada Januari mendatang.

​Pemerintah mematok target yang sangat optimis, di mana seluruh jembatan tambahan tersebut diharapkan sudah berdiri kokoh melintasi sungai-sungai besar paling lambat Februari dua ribu dua puluh enam.

​Kecepatan ini menjadi kunci utama agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Sumatera Utara serta daerah lainnya bisa kembali berdenyut normal seperti sedia kala.

Baca Juga: Pita Raksasa Sarinah Sempat Terbakar: Komitmen Keamanan di Balik Cepatnya Penanganan Api

​Ribuan Harapan di Balik Pemasangan Jembatan Armco dan Jembatan Gantung

​TNI Angkatan Darat saat ini juga tengah berjibaku memasang jembatan jenis American Rolling Mill Company atau Armco di empat puluh tujuh titik strategis.

​Selain itu, permintaan masyarakat untuk pembangunan jembatan gantung juga terus direspon dengan cepat demi memfasilitasi kendaraan roda dua yang membawa kebutuhan pokok.

​Setidaknya sebelas titik jembatan gantung kini sedang dalam pengerjaan agar warga tidak lagi terisolasi dan bisa tetap beraktivitas meski dalam kondisi darurat.

​Hadirnya infrastruktur darurat ini menjadi bukti bahwa negara tidak membiarkan rakyatnya berjuang sendirian di tengah kepungan sisa-sisa bencana alam.

Baca Juga: Romo Mudji Sutrisno Meninggal: Rohaniwan dan Penjaga Budaya, Ini Profilnya

​Membangun Kembali dengan Lebih Baik: Warisan Infrastruktur Pasca Bencana

​Jenderal Maruli berharap proses pemulihan ini bukan sekadar mengembalikan kondisi lama, melainkan membawa peningkatan kualitas fasilitas publik di pedesaan.

Halaman:

Tags

Terkini