TITIKTEMU.CO - Hampir satu bulan sejak banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Sumatera, jejak kehancuran masih jelas terasa.
Bencana yang terjadi di penghujung November 2025 itu berdampak pada tiga provinsi sekaligus: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Waktu memang terus berjalan, tetapi bagi warga terdampak, pemulihan belum sepenuhnya dimulai.
Di sejumlah lokasi, bantuan logistik masih ditunggu, sementara lumpur yang mengendap belum sepenuhnya dibersihkan.
Baca Juga: Jadwal dan Link Nonton Taxi Driver Season 3 Episode 11 dan 12 Sub Indo Lengkap Sinopsis
Hidup di Pengungsian yang Tak Kunjung Usai
Banyak keluarga masih bertahan di posko pengungsian. Rumah mereka rusak berat, bahkan sebagian hilang tersapu arus.
Kepastian untuk kembali ke kehidupan normal masih terasa jauh, membuat hari-hari di pengungsian berjalan dengan beban emosional yang kian berat.
Bagi sebagian penyintas, bertahan bukan hanya soal makanan dan tempat tinggal, tetapi juga soal harapan.
Saat Lelah Mental Mulai Menghampiri
Di balik kelelahan fisik, tekanan mental mulai dirasakan para penyintas banjir Sumatera.
Lingkungan yang porak-poranda dan kondisi ekonomi yang harus dibangun ulang perlahan menggerus ketahanan batin.
Seorang warga Alur Jambu, Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, mengungkapkan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Ia mengaku kuat saat bersama orang lain, namun kesepian sering kali menghadirkan rasa sesak yang mendalam.