nasional

Banjir dan Longsor Sumatera Sisakan Gunungan Kayu di Tapanuli Selatan, Garoga Jadi Sorotan

Rabu, 24 Desember 2025 | 23:03 WIB
Kondisi Garoga, Tapanuli Selatan setelah lebih dari 3 minggu diterjang banjir. (Instagram/orapopoww)

TITIKTEMU.CO - Bencana banjir bandang yang disertai tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 dan menyebabkan kerusakan parah di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu daerah yang terdampak paling berat adalah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Wilayah ini tidak hanya dilanda banjir air, tetapi juga dihantam material berupa gelondongan kayu hutan berukuran besar yang terbawa arus sungai. Kayu-kayu tersebut menghantam permukiman warga dan memperparah tingkat kerusakan.

Upaya pembersihan material kayu dan lumpur di Tapanuli Selatan, khususnya di wilayah Garoga, kini mulai dilakukan. Kegiatan tersebut melibatkan warga setempat, tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta unsur TNI. Proses pembersihan ini terekam dalam unggahan influencer sekaligus relawan Sukma Aura melalui akun Instagram @orapopoww pada Selasa, 23 Desember 2025.

Baca Juga: Sherly Annavita Ungkap Dua Fakta Penting Bencana Sumatera: Krisis Kemanusiaan hingga Masalah Komando

Dalam video tersebut, Sukma Aura menyebutkan bahwa sebagian besar material kayu sudah mulai disingkirkan. Selain itu, alur sungai juga dibersihkan agar aliran air kembali lancar dan mengurangi risiko banjir susulan.

Gunungan Kayu Tutupi Garoga

Sukma Aura turut memperlihatkan kondisi Garoga setelah diterjang banjir bandang yang membawa gelondongan kayu dari hulu. Terlihat tumpukan kayu berbagai ukuran yang bercampur lumpur menutup area permukiman.

Ia menyebutkan bahwa banyak rumah warga mengalami kerusakan parah akibat dihantam kayu-kayu tersebut. Bahkan, sejumlah rumah terseret arus hingga hilang. Tumpukan kayu itu disebut warga sebagai “gunung kayu” karena jumlah dan ukurannya yang sangat besar.

Menurutnya, kondisi di lapangan jauh lebih memprihatinkan dibandingkan yang terlihat di media sosial. Kerusakan yang terjadi dinilai sangat tragis dan menyisakan duka mendalam bagi warga setempat.

Baca Juga: Sambut Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, IFG Siap Beri Perlindungan Risiko Perjalanan hingga Kesehatan

Kesaksian Warga Saat Banjir Menerjang

Dalam video yang sama, warga Garoga menceritakan detik-detik mencekam saat banjir datang menerjang permukiman. Seorang warga mengatakan bahwa wilayah tersebut sebelumnya dipenuhi rumah-rumah warga yang kini hancur akibat terjangan banjir dan kayu gelondongan.

Banjir disebut terjadi pada siang hari, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Warga bersyukur kejadian tidak berlangsung pada malam hari, karena dikhawatirkan akan menimbulkan korban jiwa yang lebih besar.

Menurut penuturan warga, derasnya aliran air yang bercampur kayu menjadi faktor utama yang menghancurkan rumah-rumah. Selain permukiman, lahan pertanian warga juga rusak. Sawah yang baru saja ditanami padi dilaporkan hancur akibat banjir bandang tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini