nasional

Kreativitas Warga Aceh Tamiang Atasi Krisis Air Bersih Pascabanjir Bandang

Rabu, 24 Desember 2025 | 22:30 WIB
Tangkapan layar warga desa Sekumur, Aceh Tamiang yang membuat sistem penyaringan alami di pinggir pantai. (Instagram/agussalim_84)

TITIKTEMU.CO - Kelangkaan air bersih yang melanda Aceh Tamiang setelah banjir bandang memaksa warga untuk mencari cara mandiri demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah keterbatasan bantuan dan rusaknya fasilitas sanitasi, masyarakat Desa Sekumur menunjukkan kecerdikan dengan memanfaatkan alam sebagai solusi penyediaan air bersih.

Warga setempat memanfaatkan kondisi tanah di bantaran sungai untuk menyaring air keruh secara alami. Inovasi sederhana ini dilakukan dengan membuat lubang galian di pinggir sungai, tidak langsung mengambil air dari aliran utama yang masih tercemar lumpur dan kotoran.

Kreativitas warga tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @agussalim_84 dan dikutip pada Rabu, 24 Desember 2025. Dalam video itu terlihat bagaimana air sungai dialirkan secara tidak langsung melalui lapisan tanah sebelum tertampung di galian yang berfungsi seperti sumur darurat.

Baca Juga: Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Seorang pria dalam video tersebut mengungkapkan kekagumannya terhadap inisiatif masyarakat Desa Sekumur. Ia menjelaskan bahwa air yang masuk ke dalam galian telah melewati proses penyaringan alami melalui pasir dan bebatuan.

Proses tersebut membuat kualitas air di dalam lubang galian jauh lebih jernih dibandingkan air sungai yang berwarna kecokelatan. Perbedaan itu tampak jelas meskipun jarak antara galian dan aliran sungai hanya sekitar dua meter.

Secara teknis, metode yang digunakan warga memanfaatkan struktur tanah sebagai media filtrasi alami. Tanah, pasir, dan batuan di sekitar sungai berperan menyaring partikel kotoran sebelum air terkumpul dan digunakan.

Baca Juga: Kesaksian Pilu Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang: Bertahan di Atas Kayu dan Minum Air Lumpur Demi Hidup

Aksi warga Desa Sekumur ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal mampu menjadi solusi cepat di tengah situasi darurat. Di saat bencana merusak infrastruktur vital, inovasi sederhana berbasis alam terbukti mampu membantu masyarakat bertahan.

Keberhasilan warga menciptakan akses air bersih secara mandiri ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus perhatian bagi pihak terkait akan pentingnya pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak banjir bandang Aceh Tamiang.***

Tags

Terkini