Ferry mengisahkan, banyak pihak yang datang langsung ke Sumatera untuk membantu para korban bencana. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat negara, tenaga medis, artis, hingga sesama influencer.
Tim relawan pun bekerja bahu-membahu bersama TNI dan Polri dalam menyalurkan bantuan serta membantu evakuasi dan pemulihan.
“Saya melihat sendiri, banyak yang datang lalu menangis setelah melihat kondisi di lapangan,” ungkap Ferry.
“Hampir tidak mungkin ada yang tidak terharu. Tapi setelah itu, semua bergerak dan saling membantu,” lanjutnya.
Fokus Jaga Moral Korban, Bukan Saling Menyalahkan
Lebih lanjut, Ferry menekankan bahwa hal penting dalam penanganan pascabencana bukan hanya soal logistik, tetapi juga menjaga mental dan semangat hidup para korban.
Baca Juga: BPK Soroti Aset Proyek PLN Rp1,97 Triliun Menganggur, Dipicu Perubahan RUPTL dan Proyek Mangkrak
Di tengah akses jalan yang terputus dan keterbatasan jaringan komunikasi, relawan berupaya menciptakan suasana yang saling menguatkan.
“Kami di sana berusaha menjaga moral warga agar tetap tenang dan bisa bangkit bersama,” jelasnya.
Ia juga menyoroti munculnya narasi negatif dan saling menyalahkan di luar lokasi bencana yang menurutnya justru kontraproduktif.
“Di lapangan tidak ada yang saling menyalahkan atau berebut bantuan. Semua kompak,” ujar Ferry.
“Jadi, hentikan narasi buruk yang hanya menjatuhkan mental kita bersama,” pungkasnya.***