Mendengar itu, Vilmei kembali menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf karena bantuan yang dibawa belum maksimal.
“Terima kasih, maaf kami baru bisa membawa bantuan sedikit. Insya Allah kami akan kembali lagi,” ucapnya.
Baca Juga: Viral di Medsos, Ibu dan Anak Akhirnya Bertemu Usai Terpisah Pascabanjir Sumatera
Potret Pilu Saat Distribusi Bantuan
Dalam unggahan lain, Vilmei membagikan suasana pilu saat warga berebut bantuan di tengah kondisi medan yang sulit. Ia menceritakan kisah seorang warga tuna netra yang juga menjadi korban banjir.
“Bapaknya tuna netra, korban banjir,” tulis Vilmei.
Ia menggambarkan betapa beratnya perjuangan para korban yang harus berdesak-desakan dan bergegas di jalan berlumpur demi mendapatkan satu kantong sembako.
“Rasanya sedih dan hancur melihat mereka berlari dan saling desak demi satu paket bantuan. Itulah harapan mereka untuk bertahan hidup hari ini,” tutup Vilmei.
Kisah Vilmei di Aceh Tamiang menjadi potret nyata ketegaran warga di tengah bencana, sekaligus pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian bagi sesama.***