Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan, memimpin langsung operasi lintas negara ini.
Keberhasilan menangkap Dewi disebut sebagai pencapaian besar karena menutup salah satu simpul penting dalam peredaran narkoba jaringan Fredy Pratama dan sindikat lain yang saling terkait.
Setibanya nanti di Indonesia, Dewi akan menghadapi pemeriksaan panjang untuk membuka informasi penting soal pendanaan, logistik, jalur peredaran, hingga identitas bandar lain yang beroperasi di kawasan Asia.
Baca Juga: Profil dan Biodata Tinandrose, Penulis Puitis yang Resmi Menjadi Istri YouTuber Fiki Naki
Identitas dan Latar Belakang Dewi Astutik
Dewi Astutik lahir di Ponorogo pada 8 April 1983. Alamat resi sesuai KTP adalah RT 01 RW 01, Dusun Dukuh Sumber Agung, Desa Balong, Ponorogo, Jawa Timur.
Namun, menurut penuturan Kepala Dusun setempat, Dewi bukan warga asli Balong. Dia merupakan pendatang dari wilayah Slahung, dan mulai tinggal di Sumber Agung setelah menikah dengan pria setempat pada 2009.
Tetangganya pun mengaku tidak begitu mengenal Dewi secara dekat. Meski sering terlihat melintas di lingkungan mereka, gaya hidup dan penampilannya kerap berubah-ubah.
Warga bahkan menyebut Dewi kerap mengganti gaya rambut sehingga sulit diingat secara konsisten.
Baca Juga: Profil Glenny Kairupan: Dari Pilot Helikopter Hingga Jadi Direktur Utama Garuda Indonesia 2025
Jejak TKW yang Berakhir di Jaringan Narkoba Internasional
Sebelum namanya tercatat sebagai buronan besar, Dewi memiliki riwayat panjang sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Dia pernah bekerja bertahun-tahun di Taiwan, kemudian Hong Kong, dan terakhir Kamboja. Pada 2023, Dewi sempat pulang ke Ponorogo setelah Lebaran.
Dia kembali bekerja ke luar negeri dengan alasan kesulitan mendapatkan pekerjaan di kampung halaman. Namun, Dewi tidak pernah menjelaskan secara detail pekerjaannya.