nasional

Ketika Logistik Terputus: Kisah Warga Berebut Harapan di Tengah Krisis Tapanuli dan Aceh

Minggu, 30 November 2025 | 13:05 WIB
Viral di media sosial aksi penjarahan minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga. (Instagram/sumutnusantara)

Bukan Karena Jahat, tapi Karena Lapar dan Tak Punya Pilihan

Ia menambahkan bahwa tindakan warga yang terlihat seperti penjarahan sebenarnya muncul karena mereka belum menerima bantuan sama sekali.

“Kami yakin bukan karena niat jahat. Mereka panik, ada yang mungkin belum makan berhari-hari, jadi reaksinya seperti itu,” jelasnya.

Setelah tim BNPB memberikan bantuan dan penjelasan bahwa pasokan akan datang secara berkala, situasi mulai mereda.

Namun, kendala kapasitas angkut dan akses yang masih terputus membuat distribusi belum bisa maksimal.

Meski begitu, Suharyanto menyebut keadaan berangsur kondusif, baik di Tapanuli Tengah maupun Sibolga.

Update: Bantuan Mulai Mengalir, Meski Belum Merata

Dalam perkembangan terbaru, kota dan kabupaten terdampak sudah mulai menerima bantuan, meski jumlahnya masih terbatas.

Untuk Kota Sibolga—yang hingga sore hari masih belum bisa ditembus jalur darat—BNPB mengirimkan bantuan melalui udara. Paket yang disalurkan antara lain:

  • 200 paket sembako
  • 200 paket makanan siap santap
  • 1 tenda pengungsi
  • 100 matras
  • 20 kasur
  • 100 selimut
  • 6 HP (peralatan komunikasi)
  • 1 genset
  • 1 unit perahu

Tapanuli Tengah juga telah menerima bantuan meski kondisinya masih minim. Sementara beberapa wilayah di luar dua daerah tersebut sudah dapat ditembus melalui jalur darat dan udara.***

 

 

 

 

 

Halaman:

Tags

Terkini