Upaya penanganan bencana ini melibatkan kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI, BNPB, Basarnas, Kemensos, serta pemerintah daerah.
Presiden disebut memberikan mandat agar seluruh jajaran bergerak cepat tanpa menunggu perintah tambahan, mengingat kondisi di wilayah terdampak masih berubah dengan cepat dan berpotensi memperburuk situasi.
Dengan dukungan logistik besar, pemulihan komunikasi darurat, serta operasi modifikasi cuaca yang berjalan bersamaan, pemerintah berharap tahap tanggap darurat dapat dilakukan secara lebih optimal.
Akses jalan yang terputus, gangguan listrik, dan hambatan distribusi bantuan masih menjadi fokus utama tim gabungan di lapangan.***