Selain aspek ideologi, indikasi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan organisasi turut memperkuat rekomendasi pemecatan.
Dalam konteks tersebut, pemberhentian Gus Yahya dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga martabat, identitas, dan kredibilitas PBNU.
Baca Juga: 5 Motor Listrik Mirip Motor Cub Terbaik 2025: Stylish, Irit, dan Nyaman untuk Aktivitas Harian
Respons Gus Yahya: Keputusan Dinilai Sepihak
Menanggapi putusan Syuriyah, Gus Yahya menyampaikan bahwa dirinya tidak diberi kesempatan menyampaikan klarifikasi atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Menurutnya, keputusan tersebut bersifat sepihak dan tidak melalui proses pembuktian yang objektif.
Ia menegaskan bahwa setiap tuduhan harus disertai mekanisme pembuktian yang transparan, dan dirinya berhak untuk memberikan penjelasan secara terbuka.
Gus Yahya juga mengajak agar dilakukan rekonsiliasi internal demi menjaga kekompakan pengurus dan meredam gesekan di antara kader NU.
Baca Juga: Shell Indonesia Resmi Beli 100 Ribu Barel BBM dari Pertamina untuk Amankan Stok hingga Akhir 2025
Komentar Gus Ipul: Bagian dari Dinamika Organisasi
Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyatakan bahwa polemik seperti ini adalah hal yang wajar dalam organisasi besar. Ia menegaskan bahwa masalah sudah ditangani melalui mekanisme internal Syuriyah sesuai aturan.
Gus Ipul juga meminta seluruh warga dan kader NU untuk tetap tenang, tidak terpancing isu liar, serta tidak memperburuk situasi dengan menyebarkan informasi yang menyesatkan.
Pencopotan Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU menjadi salah satu dinamika terbesar dalam tubuh PBNU dalam beberapa tahun terakhir. Persoalan ideologi, tata kelola, dan polemik internal menjadi faktor pemicu yang akhirnya berujung pada keputusan resmi organisasi. Rapat pleno dalam waktu dekat akan menentukan arah baru kepemimpinan PBNU.***