nasional

Program Makan Bergizi Gratis 2026 Butuh 82,9 Juta Porsi Protein per Hari, Kata Menteri Zulhas

Senin, 24 November 2025 | 09:57 WIB
Program Makan Bergizi Gratis 2026 Butuh 82,9 Juta Porsi Protein per Hari, Kata Menteri Zulhas. (ANTARA FOTO/Abdan Syakura)

Begitu pula di Jawa, dengan kebiasaan makan yang memiliki karakter sendiri. Perbedaan ini bukan hambatan, melainkan dapat menjadi solusi untuk mendukung program.

“Semua akan kita tata agar keberagaman pangan Indonesia bisa dimanfaatkan,” jelas Zulhas. Dengan pendekatan ini, ketersediaan protein bisa dipenuhi lebih merata tanpa mengandalkan satu jenis bahan pangan saja.

Baca Juga: Istana Tegaskan Pembentukan Tim Koordinasi MBG untuk Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional

Target Besar: Swasembada Protein 2026

Selain memastikan kelancaran program MBG, pemerintah juga menargetkan swasembada protein pada 2026. Swasembada ini penting untuk menjamin ketersediaan gizi secara berkelanjutan.

Zulhas menekankan kecukupan gizi, terutama protein, berkaitan erat dengan kecerdasan. Dia merujuk pada data rata-rata IQ global dimana negara maju memiliki nilai di atas 109, sedangkan Indonesia masih di kisaran 90-an.

Peningkatan konsumsi protein dianggap sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM nasional.

“Untuk bisa sejajar dengan negara maju, kita harus memastikan swasembada pangan, terutama protein, untuk anak-anak kita. Dengan gizi cukup, IQ mereka juga meningkat,” tegasnya.

Baca Juga: TEGAS! MBG bukan sekadar bantuan sosial. CEO Promedia: Oknum 'Tukang Olah Proyek' Harus Dibersihkan, Jangan Rusak Program Unggulan Presiden

Tantangan dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya program bantuan pangan, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Pemenuhan 82,9 juta porsi protein setiap hari bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan kolaborasi lintas kementerian, penguatan sektor pertanian dan perikanan, dukungan pemerintah daerah hingga pelaku industri.

Pemerintah juga perlu memastikan rantai distribusi pangan berjalan efisien, terutama untuk wilayah luar Jawa yang sering menghadapi tantangan logistik.

Dengan koordinasi yang matang dan optimalisasi potensi pangan lokal, program MBG diharapkan menjadi tonggak penting bagi ketahanan pangan Indonesia.***

Halaman:

Tags

Terkini