1. Orca – Amerika Serikat
AS tengah mengembangkan Ocean Explorer (OEX), drone bawah laut ultra besar yang mampu membawa berbagai payload modul. Proyek ini menjadi basis utama pertahanan bawah laut AS, berdampingan dengan program LDUUV dan XLUUV yang digarap Boeing.
- Drone ini difokuskan untuk:
- Operasi jarak jauh
- Penguatan intelijen bawah laut
- Misi strategis di kawasan Pasifik
2. Poseidon – Rusia
Rusia mengembangkan drone bawah laut ekstrem bernama Poseidon, diluncurkan melalui kapal selam nuklir Khabarovsk. Drone ini merupakan senjata bawah laut berkemampuan nuklir yang diklaim dapat menciptakan tsunami radioaktif untuk melumpuhkan negara musuh.
Khabarovsk sendiri baru diluncurkan 1 November lalu dan langsung mencuri perhatian dunia.
3. Drone XXL – China
China menjadi negara paling agresif dalam inovasi drone bawah laut. Negeri Tirai Bambu itu menguji dua drone selam raksasa berukuran 40 meter, jauh lebih besar daripada drone militer Barat.
Keunggulan drone China:
- Ukuran setara kapal selam konvensional
- Dikategorikan sebagai XXLUUV (ultra-large UUV)
- Kemungkinan membawa banyak senjata
- Dioperasikan secara sembunyi-sembunyi dari floating dock di Hainan
Teknologi ini mencerminkan ambisi besar China menguasai peperangan bawah laut masa depan.