TITIKTEMU.CO – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pihaknya tidak merasa khawatir dengan rencana pemerintah melakukan redenominasi rupiah atau penyederhanaan nilai mata uang.
Menurut Dony, setiap kebijakan pemerintah pasti telah melalui kajian yang matang, termasuk rencana redenominasi yang diusulkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI).
“Sama sekali tidak khawatir. Karena bagi kami, apapun yang dilakukan oleh pemerintah itu pasti sudah dipertimbangkan secara matang,” ujar Dony di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (11/11/2025).
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tidak mungkin mengambil kebijakan yang bisa merugikan sektor ekonomi dan dunia usaha.
“Jadi tidak mungkin mengambil satu kebijakan tanpa dipikirkan,” tegasnya.
Baca Juga: DPR Desak Kemenperin Telusuri Distribusi Udang Beku Diduga Terpapar Radioaktif Cs-137 ke Pasar Lokal
Dony: Redenominasi Bisa Tingkatkan Kepercayaan Publik
Dony menilai komunikasi publik yang baik dari pemerintah menjadi kunci agar kebijakan redenominasi tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) ini menyebut, penyederhanaan nilai mata uang justru bisa meningkatkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
“Semua kebijakan yang dilakukan pemerintah pasti untuk kebaikan bersama. Redenominasi bisa memperkuat citra rupiah dan efisiensi sistem ekonomi,” jelasnya.
Rencana Redenominasi Masuk Renstra dan Prolegnas 2025–2029
Rencana redenominasi rupiah, yang menyederhanakan nilai dari Rp1.000 menjadi Rp1, kini resmi tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Kemenkeu 2025–2029.
Selain itu, program ini juga masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025–2029 sebagai Rancangan Undang-Undang (RUU) inisiatif pemerintah berdasarkan usulan Bank Indonesia.