nasional

Hitam Putih Soeharto: Gelar Pahlawan Nasional di antara Tuduhan dan Jasa Besar

Selasa, 11 November 2025 | 12:48 WIB
Hitam Putih Soeharto: Gelar Pahlawan Nasional di antara Tuduhan dan Jasa Besar. (Istimewa)

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional Versi Istana

Peran Diplomatik dan Stabilitas Politik

Di level internasional,Soeharto juga memainkan peran penting. Dia aktif dalam Gerakan Non-Blok (GNB), dan menjadi salah satu tokoh yang memperjuangkan suara negara-negara Selatan di tengah rivalitas Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Di kawasan Asia Tenggara,Soeharto berkontribusi memperkuat kerja sama negara-negara ASEAN ,dan turut berperan dalam perdamaian Kamboja.

Benar, pemerintahan Orde Baru yang bersifat otoriter, stabilitas politik yang diciptakannya selama tiga dekade menjadi faktor yang membuat ekonomi Indonesia tumbuh relatif konsisten.

Namun, stabilitas itu harus dibayar mahal dengan pembatasan kebebasan politik dan kebebasan berekspresi, bahkan dengan pelanggaran serta kejahatan HAM.

Baca Juga: Suara dari Kalibata: Prabowo Ajak Bangsa Tak Lupa Akar Kepahlawanan di Hari Pahlawan 2025

Soeharto: Antara Pujian dan Kritik

Tahun 1968, Soeharto menggantikan Soekarno. Di awal kekuasaannya, presiden baru menjanjikan koreksi total terhadap penyimpangan Orde Lama, dan memperkenalkan konsep Demokrasi Pancasila.

Namun, kekuasaan yang terlalu lama dan absolut justru melahirkan penyimpangan baru. Kini, bahkan dua dekade setelah kejatuhannya, warisan Soeharto masih menjadi perbincangan yang tak kunjung usai.

Soeharto tetap dikenang sebagai Bapak Pembangunan. Di sisi lain, pemerintahannya juga dikritik sebagai simbol otoritarianisme dan ketidakadilan.

Soeharto layak disebut pahlawan atau tidak, mungkin akan terus menjadi perdebatan. Namun satu hal yang pasti, sejarah tidak pernah bisa dihapus. Agar bangsa ini tidak mengulang luka yang sama.***

Halaman:

Tags

Terkini