Dari Mahasiswa Jadi Peneliti
Kini, Andhika bukan hanya belajar, tapi juga bekerja sebagai peneliti di divisi Fluid Dynamics Chalmers University.
Ia terlibat aktif dalam riset dan mengajar sebagai teaching assistant di beberapa mata kuliah.
> “Sekitar enam bulan untuk mengajar, satu tahun ambil kuliah, dan tiga tahun sisanya fokus riset,” katanya.
Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa studi doktoral bukan hanya soal teori, tapi juga soal kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Samuel: Bocah 7 Tahun Bandung yang Mengguncang Dunia Matematika Internasional
Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
Andhika berpesan agar mahasiswa tidak takut bermimpi besar dan mencoba menembus universitas luar negeri.
Kuncinya, kata dia, adalah menemukan bidang yang benar-benar disukai dan berani mencari peluang beasiswa.
> “Dasar pendidikan dari UGM sudah sangat kuat. Kalau soal biaya, banyak beasiswa yang bisa dicari — bukan cuma di Swedia, tapi di seluruh dunia,” tutupnya dengan semangat.
Kisah Andhika adalah bukti bahwa dengan niat, disiplin, dan rasa ingin tahu yang tulus, batas antara kampus di Indonesia dan dunia hanyalah jarak geografis — bukan penghalang bagi mereka yang berani bermimpi.***