Mereka t mendampingi 67 kelompok tani dan kelompok wanita tani di sekitar Sepaku dan menanam ribuan bibit pohon. Ada juga pemecahan rekor MURI untuk penanaman serentak 1.010 bibit pada 10 Oktober 2025.
Baca Juga: Kereta Cepat Whoosh Diperpanjang hingga Banyuwangi, Prabowo: Zaman Sudah Beda!
Suara dari Warga Adat: Janji Air Bersih Belum Terpenuhi
Di sisi lain, pembangunan IKN juga menimbulkan keresahan sebagian warga adat. Suku Balik yang tinggal di sekitar Sungai Sepaku mengaku terdampak proyek instalasi air bersih yang justru membuat banjir makin parah.
Meski kecewa, warga adat tetap berharap IKN bisa menjadi kota yang hidup dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Kalau proyek ini berhenti, kami kehilangan segalanya. Tapi kalau terus berjalan tanpa melibatkan kami, kami juga kehilangan.”
Otorita Pastikan Tak Ada Penggusuran Paksa
Menanggapi isu penggusuran yang kembali mencuat, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menegaskan tidak ada penggusuran paksa terhadap warga adat.
“Hak-hak masyarakat adat dilindungi di IKN. Tidak ada penggusuran semena-mena. Semua proses dilakukan melalui sosialisasi dan sesuai aturan,” jelasnya pada Maret 2024 lalu.
Meski menuai kritik, pemerintah tetap optimistis bahwa IKN akan menjadi simbol kemajuan Indonesia. Pembangunan berfokus pada keberlanjutan, teknologi hijau, dan inklusivitas sosial.***