nasional

IKN Dituding Jadi Kota Hantu, Begini Respons Otorita dan Purbaya Yudha Sadewa

Kamis, 6 November 2025 | 13:14 WIB
IKN Dituding Jadi Kota Hantu, Begini Respons Otorita dan Purbaya Yudha Sadewa. (Otorita IKN)

TITIKTEMU.CO - Isu soal Ibu Kota Nusantara (IKN) yang disebut berpotensi menjadi kota hantu memicu perdebatan di media sosial dan ruang-ruang publik.

Media internasional The Guardian dalam laporan berjudul “Indonesia’s New Capital, Nusantara, in Danger of Becoming a ‘Ghost City’” menyoroti kondisi sepi di kawasan IKN dan menggambarkannya bak kota futuristik tanpa penghuni.

Namun, narasi tersebut dibantah pihak Otorita IKN dan sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa.

Mereka menilai pemberitaan itu tidak menggambarkan situasi sebenarnya, sebab pembangunan di Nusantara masih berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Program Pemagangan Nasional Batch 2 Resmi Dibuka: 80 Ribu Lulusan Baru Siap Diterjunkan ke Dunia Industri

The Guardian Sebut IKN Sepi dan Tak Berpenghuni

Dalam artikelnya, The Guardian menulis deskripsi cukup dramatis tentang IKN. Media itu menggambarkan jalan-jalan besar dan bangunan megah di tengah hutan Kalimantan, namun suasananya sepi.

Hanya tampak beberapa tukang kebun dan wisatawan yang berpose di sekitar kompleks Istana Garuda.

“Di dalam hutan lebat, sebuah jalan raya besar tiba-tiba muncul di antara pepohonan, mengarah ke sebuah istana dengan burung garuda bersayap berkilau di bawah matahari khatulistiwa,” tulis The Guardian dalam laporan 29 Oktober 2025.

Selain menggambarkan suasana “kosong”, media Inggris itu juga menyinggung kebijakan Presiden Prabowo yang menurunkan status IKN menjadi ibu kota politik, dan menilai hal itu sebagai tanda keraguan terhadap proyek IKN.

Baca Juga: Jaga Ekosistem Lingkungan, BRI Peduli Ajak Anak Muda Tanam Mangrove dan Kelola Limbah Plastik 

Otorita IKN Bantah Narasi Kota Hantu

Otorita IKN melalui juru bicara Troy Pantouw menilai pemberitaan itu tidak akurat dan tidak memperhitungkan kemajuan nyata di lapangan.

“Tidak benar kalau IKN disebut sepi dan terbengkalai. Pembangunan berjalan sesuai jadwal, dan banyak progres yang bisa dilihat secara langsung,” tegas Troy.

Halaman:

Tags

Terkini