nasional

Pemerintah Siapkan 240 Ribu Hektare Lahan untuk Produksi Bioetanol Nasional, Target Kurangi Impor BBM pada 2027

Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:54 WIB
Pemerintah siapkan lahan untuk bangun pabrik etanol. (Facebook.com/TheDistilleryPhuket)

TITIKTEMU.CO - Pemerintah Indonesia semakin serius menggarap proyek pengembangan industri bioetanol sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional. Melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), pemerintah kini tengah memetakan lahan potensial untuk dijadikan lokasi penanaman bahan baku etanol.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 240 ribu hektare lahan yang akan digunakan untuk menanam bahan baku seperti tebu dan singkong. Langkah ini mendukung rencana penerapan bahan bakar campuran etanol 10 persen (E10) pada tahun 2027, sebagai bagian dari strategi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM).

Lahan Etanol Tersebar di 18 Provinsi

Menurut Nusron, dari total target 1 juta hektare lahan penanaman bahan baku bioetanol, saat ini baru 240 ribu hektare yang siap digunakan. Lahan tersebut tersebar di 18 provinsi di Indonesia dan akan terus diperluas hingga mencapai target nasional.

Baca Juga: Ribuan Guru Madrasah Demo di Jakarta, Tuntut Pemerintah Beri Kuota ASN dan PPPK yang Adil

“Mencar-mencar (tersebar) di beberapa provinsi, sementara memang baru sekitar 240 ribu hektare yang available dari target 1 juta hektare,” ujar Nusron Wahid di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Kementan Siap Dukung Produksi Bahan Baku

Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN dalam mendukung ketersediaan bahan baku etanol. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, program penanaman tebu ini tidak hanya untuk kebutuhan etanol, tetapi juga untuk mendukung swasembada gula nasional.

“Untuk white sugar, Insya Allah tahun ini atau paling lambat tahun depan kita bisa swasembada. Sedangkan untuk kebutuhan etanol dan konsumsi, targetnya bisa tercapai dalam tiga sampai empat tahun ke depan,” ungkap Amran di Jakarta, 21 Oktober 2025.

Baca Juga: Polisi Diduga Lakukan Catcalling di Melawai, Polda Metro Jaya Beri Sanksi Disiplin dan Lakukan Pemeriksaan Internal

Bioetanol Diharapkan Kurangi Impor BBM

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa konsumsi bensin nasional saat ini mencapai 42 juta ton per tahun, dengan sekitar 22–23 juta ton di antaranya masih impor.

Dengan penerapan campuran etanol 10 hingga 20 persen (E10–E20), Indonesia diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap impor BBM sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah penghasil bahan baku.

“Etanol ini berasal dari tebu, singkong, dan jagung. Selain menjaga ketahanan energi, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Bahlil dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Halaman:

Tags

Terkini