nasional

Diplomasi ke Lausanne: Langkah Tenang KOI di Tengah Badai Visa Atlet Israel

Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:05 WIB
Ketum KOI Raja Sapta Oktohari akan bertemu langsung dengan Komite Olimpiade Internasional menyusul sanksi yang diberikan ke Indonesia. (Instagram/rajasaptaokto)

TITIKTEMU.CO - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, memastikan akan terbang ke markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss.

Pertemuan ini dianggap penting di tengah sorotan dunia terkait polemik penolakan visa atlet Israel yang rencananya bertanding di Jakarta.

Baca Juga: Umrah Mandiri Resmi Legal, Dahnil Anzar: Travel Tidak Akan Gulung Tikar, Ekosistem Tetap Dijaga

Agenda Serius yang Sudah Lama Terjadwal

Raja Sapta menegaskan bahwa pertemuan dengan IOC pada 28 Oktober 2025 sebenarnya bukan hal mendadak.

Agenda ini sudah direncanakan jauh sebelumnya sebagai bagian dari komunikasi rutin antara NOC Indonesia dan IOC.

Namun, tensi pertemuan kini meningkat menyusul keputusan pemerintah Indonesia menolak visa atlet Israel.

Raja menilai pertemuan tersebut krusial untuk meluruskan berbagai persepsi.
“Banyak isu yang perlu dibahas, termasuk respons terbaru dari IOC,” ujar Raja dalam pernyataan tertulis, Sabtu 25 Oktober 2025.

Baca Juga: Purbaya Buka-Bukaan: Laporan Penyelundupan Hingga Etika Pegawai Kemenkeu Disorot Publik

Menjaga Hubungan Baik dengan IOC

Menurut Raja, KOI memahami bahwa keputusan pemerintah soal visa atlet Israel menimbulkan konsekuensi di level internasional.

Hubungan dengan IOC saat ini sedang dalam sorotan dan butuh komunikasi yang jernih agar tidak menimbulkan salah tafsir.

Ia menekankan bahwa IOC perlu memahami konteks situasi politik dan dinamika sosial di Indonesia.
“Dialog langsung ini penting supaya IOC mendapatkan gambaran lengkap, bukan hanya dari pemberitaan luar,” jelasnya.

Belum Ada Diskusi Resmi dari IOC

Halaman:

Tags

Terkini