Ia menilai penyaluran kredit yang menggeliat menjadi indikator ekonomi bergerak positif.
“Dampaknya mulai kelihatan.
Kredit naik, penjualan ritel juga menunjukkan tren perbaikan.
Data terakhir BI juga sudah mengarah ke pertumbuhan,” jelasnya.
Ia memastikan pemerintah akan memantau dampak makroekonomi secara berkala, termasuk inflasi, penyerapan tenaga kerja, dan penyaluran pembiayaan sektor riil.
Baca Juga: Drama Aset Sandra Dewi: Antara Endorsement, Cinta, dan Jejak Korupsi Timah
Kopdes Merah Putih Turut Kebagian Dana
Kabar baik juga datang untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Menkeu menyebut dana dari skema Rp200 triliun sudah bisa mereka akses melalui bank Himbara.
“Kalau Kopdes mau pakai, uangnya sudah siap di sistem. Tinggal disalurkan,” tutur Purbaya.
Ia menjelaskan skema pinjaman Kopdes cukup ringan karena bunga pinjaman hanya 2 persen, setelah disubsidi pemerintah.
Syarat Pinjaman Kopdes: Wajib Punya Proposal Bisnis
Meski akses pembiayaan dipermudah, Purbaya menegaskan penyaluran dana tetap dilakukan dengan pengawasan ketat. Koperasi wajib memenuhi persyaratan administrasi.
Menurut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, sejauh ini 16.000 Koperasi Merah Putih telah mengajukan proposal bisnis ke bank sebagai syarat mendapatkan pembiayaan.
Agar penyaluran dana tepat sasaran, dilakukan langkah pengawasan berlapis: