Indonesia Puncaki Daftar Laporan Scam Digital Dunia
Indonesia kini menjadi negara dengan laporan penipuan digital terbanyak di dunia, dengan total 274.722 laporan antara November 2024 hingga September 2025 — rata-rata 874 laporan per hari.
Jumlah ini jauh melampaui Malaysia (253.553 laporan) dan Kanada (138.197 laporan).
Sementara Singapura dan Hong Kong mencatat 51.501 dan 65.240 laporan.
Sebagai perbandingan, Hong Kong mengalami kerugian Rp27,01 triliun dengan dana yang berhasil diblokir Rp4,84 triliun, sedangkan Malaysia melaporkan kerugian Rp2,65 triliun dengan dana diblokir Rp325 miliar.
Baca Juga: DOWNLOAD Stella Sora untuk Android, iOS, dan PC, Cek Spesifikasi dan Ukuran
AI Jadi Modus Baru Penipuan Digital
Lebih lanjut, Friderica menyoroti maraknya modus penipuan yang kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pelaku menggunakan teknologi AI untuk meniru wajah dan suara seseorang, sehingga korban percaya sedang berinteraksi dengan orang yang mereka kenal.
“Pelaku biasanya berpura-pura menjadi seseorang yang dikenal korban. Ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan mana yang asli dan palsu,” ujarnya.
Dengan tren penipuan digital yang terus berkembang, OJK mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak mudah percaya terhadap tawaran investasi atau transaksi daring yang tidak jelas, serta melaporkan segera ke IASC atau Satgas PASTI jika menemukan indikasi penipuan.***