Ia meminta agar seluruh fasilitas kesehatan memiliki kesiapan respons cepat sehingga penanganan kasus bisa berlangsung lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Pertamina Segera Umumkan Kerja Sama Impor BBM dengan SPBU Swasta, Keputusan Diumumkan Malam Ini
Edukasi Publik Masih Lemah
Lebih lanjut, Puan mengingatkan pentingnya edukasi publik yang konsisten mengenai pencegahan penyakit.
Menurutnya, masyarakat seringkali abai terhadap protokol kesehatan dasar setelah merasa situasi sudah kondusif.
Ia mendorong pemerintah serta lembaga terkait untuk kembali menggaungkan langkah pencegahan seperti:
- Membiasakan pola hidup bersih dan sehat
- Menggunakan masker saat berada di kerumunan
- Menjaga ventilasi udara di dalam ruangan
- Melakukan vaksinasi influenza jika tersedia
Kelompok Rentan Harus Dilindungi
Puan juga menyoroti kelompok yang paling rentan terdampak Influenza A, yaitu anak-anak dan lansia.
Dua kelompok ini berisiko mengalami gejala lebih berat hingga membutuhkan perawatan intensif.
Oleh karena itu, pemerataan akses obat dan fasilitas pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas, terutama di wilayah padat penduduk.
Situasi di Asia Tenggara Turut Meningkat
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa varian Influenza A subtipe H3N2 kini semakin dominan di kawasan Asia Tenggara.
Data dari WHO melalui jaringan FluNet menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus signifikan.
Fenomena serupa juga terjadi di Malaysia, Singapura, serta Thailand yang melaporkan lebih dari 700 ribu kasus dan 61 kematian hingga 8 Oktober 2025.***