nasional

Pertamina Segera Umumkan Kerja Sama Impor BBM dengan SPBU Swasta, Keputusan Diumumkan Malam Ini

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:50 WIB
Rencana kerja sama impor bahan bakar minyak (BBM) antara PT Pertamina (Persero) dan pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta (Pinterest @rio_yotto)

"Harapan kami harga BBM di masyarakat tetap stabil dan tidak ada kenaikan yang membebani konsumen," tegas Simon.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memperluas kolaborasi multipihak di sektor hilir migas.

Baca Juga: Bikin Penasaran, Ini Fakta-fakta Menarik Game Pokemon Legends: Z-A  

Vivo dan BP Sudah Sepakati Pembahasan Teknis

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga memastikan dua pemain SPBU swasta besar, yaitu PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan PT Aneka Petroindo Raya (APR)-AKR Corporindo Tbk, pengelola SPBU bp (British Petroleum), telah menyepakati langkah masuk ke tahap teknis kerja sama impor BBM.

"Vivo, APR, dan AKR sudah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan ke tahap lebih teknis," ujar Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, Senin (6/10).

Proses Lanjut: Tata Kelola Bisnis dan Regulasi

Roberth menjelaskan bahwa pembahasan teknis mencakup penyusunan dokumen tata kelola kerja sama, termasuk komitmen Good Corporate Governance (GCG) dan kepatuhan terhadap regulasi nasional.

Tahap selanjutnya mencakup:

  • Pernyataan anti-monopoli
  • Pencegahan pencucian uang
  • Kebijakan antisuap
  • Kepatuhan regulasi migas
  • Penetapan spesifikasi produk BBM
  • Kesepakatan syarat dan ketentuan impor

Kerja sama ini diproyeksikan akan meningkatkan efisiensi pasokan BBM nasional sekaligus memperluas opsi distribusi BBM nonsubsidi kepada masyarakat.

Menanti Keputusan Final

Dengan pembahasan yang memasuki babak akhir, keputusan malam ini menjadi penentu arah kerja sama strategis antara Pertamina dan SPBU swasta.

Sejumlah pihak menilai langkah ini dapat membuka era baru persaingan sehat di sektor hilir BBM, namun tetap membutuhkan pengawasan pemerintah agar tidak menimbulkan distorsi harga di pasar.

Keputusan resmi rencananya akan disampaikan melalui konferensi pers dan diikuti dengan penjelasan teknis oleh Pertamina Patra Niaga.***

 

Halaman:

Tags

Terkini