Namun soal intensitas, curah hujan diprediksi berada di level normal alias tidak terlalu ekstrem—tidak lebih basah atau lebih kering dari biasanya.
Yang bikin beda adalah durasi musim hujan 2025/2026 diperkirakan lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.
Artinya, kita akan lebih lama mendengar suara rintik di atap rumah dan jalanan yang basah.
Baca Juga: Pastikan Kegiatan Berjalan Lancar, Panglima TNI Tinjau Geladi Kotor Jelang HUT ke-80 TNI di Monas.
Puncak Hujan: Dari Barat ke Timur
Soal puncaknya, Indonesia punya “jadwal” sendiri. Wilayah barat kemungkinan besar akan merasakan intensitas hujan tertinggi pada November–Desember 2025.
Sedangkan kawasan selatan dan timur akan menyusul pada Januari–Februari 2026. Bedanya, puncak hujan kali ini cenderung lebih awal atau sama dengan biasanya.
Apa Artinya untuk Kita?
Dengan datangnya hujan lebih cepat dan bertahan lebih lama, ada dampak yang perlu diantisipasi.
Pertanian bisa mendapat keuntungan dari air yang melimpah, tapi juga ada risiko banjir di daerah rawan.
Warga kota harus siap dengan infrastruktur drainase, sementara petani bisa menyusun kalender tanam baru agar panen lebih maksimal.***