TITIKTEMU.CO – Duka mendalam menyelimuti Sidoarjo, Jawa Timur, setelah bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9/2025).
Peristiwa tragis ini terjadi saat ratusan santri tengah melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan.
Hingga Rabu (1/10/2025) malam, tercatat 108 korban berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 5 santri dilaporkan meninggal dunia, sementara lainnya selamat meski mengalami luka-luka. Diperkirakan masih ada puluhan santri yang terjebak di balik reruntuhan.
Baca Juga: Gempa Dahsyat 6,9 SR Guncang Filipina: 69 Tewas, Ratusan Luka, Bangunan Bersejarah Runtuh
Tim SAR Evakuasi 7 Korban di Hari Ketiga
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengungkapkan bahwa pada hari ketiga operasi, tim berhasil mengevakuasi 7 korban dari reruntuhan.
“Rinciannya lima korban selamat dengan luka-luka, sementara dua lainnya ditemukan meninggal dunia,” ujarnya di Posko SAR Gabungan, Rabu (1/10/2025).
Korban Ditemukan dalam Posisi Bersujud
Tim SAR menemukan dua korban meninggal dari sektor A1, sisi depan kiri bangunan. Salah satunya ditemukan dalam posisi bersujud pada pukul 14.42 WIB, menambah pilu suasana evakuasi.
Tak lama berselang, sejumlah korban berhasil dievakuasi selamat, di antaranya HK, WH, PTRA, FTH, dan RSI. Namun, salah satu korban selamat, SF, mengalami patah tulang dan kini dirawat intensif di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.
Sementara itu, satu korban meninggal tanpa identitas juga ditemukan pukul 18.17 WIB dan dibawa ke RS Siti Hajar untuk proses identifikasi.
Kisah Haru Kakak yang Selamat, Adik Jadi Korban
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang hadir melayat ke rumah duka mengisahkan cerita haru salah satu keluarga korban.