Meski begitu, ia mengingatkan bahwa subsidi yang salah sasaran bisa menjadi bumerang, sehingga BUMN perlu ekstra hati-hati dalam menjalankan kebijakan tersebut.
Gaya Baru: Sidak Mendadak ke Bank BUMN
Selain soal kompensasi, Purbaya juga memperkenalkan gaya kepemimpinan baru: sidak ke bank BUMN.
Baru-baru ini ia mendatangi BNI secara mendadak dan berjanji akan melakukan hal serupa ke bank lain.
Ada dua hal yang ia awasi ketat: pertama, agar dana pemerintah sebesar Rp200 triliun benar-benar disalurkan ke masyarakat melalui kredit produktif.
Kedua, memastikan bank tidak menimbun dolar AS yang bisa mengguncang rupiah.
Dana Rp200 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi
Dana jumbo Rp200 triliun yang ditempatkan pemerintah di bank-bank Himbara diharapkan menjadi mesin baru pemulihan ekonomi.
BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing mendapat Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun.
Purbaya berharap, kombinasi pelunasan tunggakan, disiplin penyaluran dana, serta pengawasan ketat bank BUMN menjadi langkah awal dari arah kebijakan fiskal yang lebih nyata manfaatnya bagi masyarakat.***