TITIKTEMU.CO - Kasus keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) pekan lalu kembali mengguncang perhatian publik.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang sebagai prioritas nasional kini harus menghadapi ujian besar: menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi jutaan penerima manfaat.
Langkah cepat diambil pemerintah. Puluhan dapur MBG resmi dinonaktifkan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sinyal ini tegas—pemerintah tak mau kompromi soal keselamatan anak-anak sekolah yang menjadi penerima utama program ini.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis: Dari Ribuan Kasus Keracunan hingga Aturan Baru Air Galon dan Dapur Steril
Evaluasi Menyeluruh dari BGN
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan keselamatan penerima manfaat harus menjadi fokus utama.
“Nonaktif sementara adalah bagian dari evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tak terulang,” jelasnya.
Saat ini, 56 dapur MBG tengah menunggu hasil uji laboratorium BPOM.
Jika terbukti lalai, konsekuensinya berat: mulai dari sanksi hingga pencabutan izin operasional.
Baca Juga: Momen Kocak Prabowo Tegur Dedi Mulyadi di Acara Resmi: ‘Kalau Brengsek Saya Usut Kau
Standar Baru: Setiap Dapur Wajib Punya Test Kit
Presiden Prabowo Subianto juga angkat suara.
Ia menekankan perlunya peralatan modern dan standar baru, termasuk test kit makanan di setiap dapur MBG.