TITIKTEMU.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk mendukung anak-anak Indonesia justru sedang diterpa badai kritik.
Alih-alih menyehatkan, sejumlah penerima manfaat mengalami keracunan massal di berbagai daerah hingga masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Respons Tegas Pemerintah
Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara dan berkomitmen untuk mengusut serta memberi sanksi pada pihak-pihak yang lalai.
Presiden Prabowo Subianto pun turun tangan, menegaskan bahwa masalah ini akan diurai dan diselesaikan secara menyeluruh.
Prabowo Minta Kasus Tidak Dipolitisasi
Di sela agenda luar negeri, Prabowo mengaku memantau perkembangan kasus MBG.
Ia memanggil Kepala BGN Dadan Hindayana untuk mendiskusikan solusi.
Prabowo juga mengingatkan agar isu ini tidak dipolitisasi, karena program ini ditujukan untuk membantu anak-anak yang sering kali hanya makan nasi dengan garam.
Baca Juga: Bisnis di Era AI: Ide Kreatif dan Peluang Usaha Berbasis Kecerdasan Buatan
BGN Tegaskan Tujuan Mulia MBG
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa program ini bertujuan memenuhi gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi generasi emas.
Ia menuturkan pengalaman pribadinya menyaksikan anak-anak kurang mampu yang hanya berbekal lauk sederhana, sehingga niat tulus ini ingin memberi keadilan gizi bagi seluruh anak bangsa.
Baca Juga: Drama Harta Disita KPK: Eks Dirut PT Taspen Minta Dikembalikan, Ini Kronologi dan Dalih Pembelaan
Perketat Verifikasi Dapur dan SPPG
Sebagai langkah cepat, BGN akan memperketat verifikasi dapur MBG.