TITIKTEMU.CO - Presiden Prabowo Subianto resmi menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan selama sepekan ke Jepang, Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Belanda.
Rangkaian lawatan yang dimulai pada 19 September 2025 itu ditutup dengan agenda bilateral di Belanda pada Jumat (26/9/2025). Menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, hasil kunjungan ini membawa capaian penting bagi Indonesia di bidang ekonomi, politik, hingga kebudayaan.
Kunjungan pertama berlangsung di Jepang, di mana Presiden Prabowo menghadiri Expo Osaka 2025 dan mengunjungi Paviliun Indonesia.
Baca Juga: Kasus Keracunan Program MBG Marak, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy melaporkan bahwa keikutsertaan Indonesia berhasil mencatatkan komitmen investasi senilai 23,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp380 triliun.
Di New York, Prabowo untuk pertama kalinya berpidato di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. Indonesia mendapat giliran ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat.
Pidato yang dinilai berani, tegas, dan konkret ini mendapat apresiasi dari berbagai pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, PM Kanada Mark Carney, Raja Belanda Willem-Alexander, hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Selain itu, Prabowo juga bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino. FIFA menegaskan dukungan terhadap pengembangan akademi sepak bola Indonesia dan memastikan netralitas dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di Kanada, Prabowo menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Perjanjian ini membuka peluang besar bagi perdagangan, karena 90,5% tarif barang Indonesia dihapus oleh Kanada. Kesepakatan tersebut diyakini mendorong peningkatan ekspor produk dalam negeri.
Prabowo juga bertemu dengan Gubernur Jenderal Mary Simon dan Perdana Menteri Mark Carney.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Kawal Ketat Anggaran MBG Rp99 T di Tengah Isu Dapur Fiktif
Agenda terakhir digelar di Belanda, ketika Prabowo diterima oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch.