Sumedang hanya salah satu kasus dari puluhan KLB serupa. Data BGN hingga 22 September 2025 mencatat 45 KLB dengan 4.711 korban, sementara Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia menyebut angkanya lebih tinggi, mencapai 6.452 korban.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus tertinggi. Bahkan, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menutup tiga dapur MBG bermasalah di wilayahnya demi mencegah insiden serupa.
Baca Juga: RUPTL 2025–2034: Janji Hijau PLN yang Masih Tertunda, Batu Bara Masih Mendominasi
Meski program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan gizi anak sekolah, lemahnya pengawasan dan standar kebersihan membuatnya justru menjadi sumber ancaman kesehatan.
Kini, publik menunggu langkah pemerintah dalam menegakkan standar keamanan pangan. Tanpa pengawasan ketat, tujuan mulia program MBG dikhawatirkan terus tercoreng oleh kasus-kasus keracunan massal di sekolah.***