Meski inovasi dan kualitas terus meningkat, Irene mengakui stigma masyarakat terhadap produk lokal masih menjadi tantangan.
“Kadang sedih juga, sudah bikin produk bagus, tapi masyarakat masih lebih percaya brand luar negeri,” keluhnya.
Namun perlahan pandangan ini mulai berubah. Semakin banyak masyarakat Indonesia menyadari kualitas produk dalam negeri, termasuk Somethinc.
“Enggak perlu beli brand luar lagi, karena Somethinc punya semua yang kamu cari dengan kualitas yang setara, bahkan lebih bagus,” kata Irene penuh semangat.
Skincare Itu Dinamis, Bukan Satu Resep untuk Semua
Menurut Irene, kesalahan umum masyarakat Indonesia dalam memakai skincare adalah tidak memahami kebutuhan kulitnya sendiri. “Skincare itu seperti makanan untuk kulit kita.
Kita harus tahu kapan berlebihan dan bagaimana menyesuaikannya. Kulit itu dinamis, bisa berubah setiap hari,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya menyesuaikan skincare dengan kondisi iklim, gaya hidup, pola makan, dan perilaku.
Contohnya, jika seseorang banyak mengonsumsi junk food, kulitnya bisa langsung bereaksi keesokan harinya. “Kulit kita itu enggak bisa dipaksa dengan satu produk terus-terusan, harus adaptif,” tambahnya.
Inspirasi dari Irene Ursula untuk Industri Kecantikan Lokal
Kisah Irene dan Somethinc adalah bukti nyata bahwa produk lokal mampu bersaing dengan produk asing.
Dengan visi yang jelas, kualitas tinggi, dan pemahaman mendalam akan kebutuhan konsumen, Somethinc terus berkembang menjadi salah satu brand skincare lokal terkemuka di Indonesia.
Irene berharap semakin banyak masyarakat yang mendukung dan bangga dengan produk dalam negeri.
“Kalau bukan kita yang mendukung produk lokal, siapa lagi?” ucapnya penuh keyakinan.***