nasional

Purbaya Buka Blokir Anggaran Rp168,5 Triliun: Strategi Percepat Belanja Negara dan Dorong Program Prioritas

Rabu, 24 September 2025 | 13:24 WIB
Langkah Berani Menkeu Purbaya: Buka Blokir Anggaran Jumbo (Instagram @purbayayudhisadewa_)

TITIKTEMU.CO - Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya untuk mempercepat realisasi belanja negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membuka blokir anggaran sebesar Rp168,5 triliun, setara 65,7 persen dari total anggaran sebelumnya yang mencapai Rp256,1 triliun.

Keputusan ini diumumkan dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta pada Senin (22/9/2025).

Pembukaan blokir anggaran ini berlangsung hingga 20 September 2025. Tujuannya jelas: agar kementerian/lembaga (K/L) dapat menggenjot belanja untuk berbagai program prioritas pemerintah.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan proyek penting serta meningkatkan dampaknya bagi masyarakat.

Baca Juga: Dari Demo Sampai Gunung Tangkuban Parahu: Mahasiswa ITB Belajar Langsung Proses Kreatif Seniman Dunia

Fokus pada Program Prioritas Pemerintah

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, menjelaskan bahwa pembukaan blokir anggaran umumnya ditujukan untuk mendukung proyek atau program unggulan pemerintah.

Contohnya mencakup cetak sawah, peningkatan kualitas pendidikan, sekolah rakyat, hingga revitalisasi madrasah. Semua program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Selain program utama kabinet, dana yang dibuka blokirnya juga dialokasikan untuk mendukung biaya operasional serta pemenuhan tugas-tugas dasar kementerian dan lembaga agar pelayanan publik berjalan optimal.

Baca Juga: Debut Saham EMAS Cetak Sejarah: Transaksi Rp7 Triliun, Proyek Emas Pani Siap Jadi Tambang Raksasa

Dampak Nyata bagi Masyarakat Lewat Bantuan Sosial

Realisasi belanja K/L hingga akhir Agustus 2025 tercatat Rp686 triliun atau 59,1 persen dari pagu APBN 2025.

Dana tersebut salah satunya digunakan untuk penyaluran bantuan sosial besar-besaran.

Halaman:

Tags

Terkini