nasional

Purbaya Yudhi Sadewa: Gebrakan Rp200 Triliun, Dari ‘Rezim Ibu vs Bapak’ Hingga Teori Likuiditas

Jumat, 19 September 2025 | 17:05 WIB
Menyoroti perbedaan gaya pengelolaan keuangan Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa dengan pendahulunya, Sri Mulyani. (Dok. Kemenkeu)

TITIKTEMU.CO - Belum genap sebulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa langsung menggebrak.

Salah satu langkah teranyarnya adalah mengalirkan dana pemerintah senilai Rp200 triliun yang selama ini berada di Bank Indonesia.

Dana jumbo ini dialihkan ke Bank Himpunan Milik Negara (Himbara) untuk memperkuat peran perbankan dalam mendorong ekonomi Indonesia.

“Kita kirim ke lima bank: Mandiri, BRI, BTN, BNI, dan BSI. Keputusan sudah saya setujui pagi ini.

Hari ini dana tersebut masuk ke sistem perbankan,” ujar Purbaya di Jakarta, Sabtu, 13 September 2025.

Langkah cepat ini menjadi sorotan publik setelah ia menggantikan Sri Mulyani di Kabinet Merah Putih.

Baca Juga: Program Magang Skala Besar-besaran: 20 Ribu Fresh Graduate Siap Dapat Gaji Setara UMP Selama 6 Bulan

Rezim Ibu vs Bapak: Istilah yang Menggelitik Publik

Gebrakan Rp200 triliun ini juga dibahas dalam siniar podcast pribadi ‘SPEAK UP’ milik mantan Ketua KPK, Abraham Samad, pada 18 September 2025.

Ia menyoroti kebijakan baru ini yang disebut sebagai upaya menangani krisis ekonomi dengan menarik dana yang selama ini mengendap.

Dana sebesar itu menurutnya bisa dimanfaatkan untuk kredit UMKM dan sektor lain.

Dalam kesempatan sama, ekonom senior Yanwar Rizky mengangkat istilah yang kini populer: “rezim ibu vs bapak” sebagai analogi gaya mengelola keuangan negara.

Baca Juga: Erick Thohir Jadi Menpora: FIFA Turut Bangga, Publik Soroti Rangkap Jabatan

Ibu Hati-Hati, Bapak Siap Menggertak di Belakang

Halaman:

Tags

Terkini