Di tingkat lembaga, Angga Raka Prabowo kini memimpin Badan Komunikasi Pemerintah. Sarah Sadiqa mendapat mandat di LKPP, sedangkan Sonny Sanjaya dan Naniek S Dayang mengisi kursi penting di Badan Gizi Nasional (BGN)
Baca Juga: Paviliun Indonesia Capai 2,8 Juta Pengunjung, Bukukan Komitmen Investasi Usd 23,8 Miliar
Reshuffle Ketiga dalam 8 Bulan: Sinyal Apa?
Jika dihitung, ini adalah reshuffle ketiga Prabowo hanya dalam 8 bulan masa pemerintahannya.
Reshuffle pertama dilakukan 19 Februari 2025, reshuffle kedua pada 8 September 2025, dan kini reshuffle ketiga pada 17 September 2025.
Langkah ini menunjukkan bahwa Prabowo masih dalam fase “penyusunan puzzle” untuk menemukan formasi kabinet paling ideal.
Namun, publik bertanya-tanya: apakah reshuffle ini akan berhenti di sini atau masih ada kejutan lain?
Masih Ada Kursi Kosong
Meski reshuffle kali ini cukup luas, jabatan Menteri BUMN masih kosong setelah Erick Thohir berpindah ke Menpora.
Publik pun mulai berspekulasi siapa sosok yang akan menduduki kursi panas tersebut.
Publik Menunggu Fase Konsolidasi
Tiga kali reshuffle dalam waktu singkat bukanlah hal biasa di politik Indonesia. Perubahan ini mencerminkan keseriusan Prabowo menata timnya.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah ini menjadi reshuffle terakhir atau awal dari babak baru konsolidasi.
Satu hal yang jelas, langkah ini adalah bagian dari upaya Prabowo untuk memastikan kabinetnya selaras dengan visi strategis hingga 2029 mendatang.***